Pembicaraan diperkirakan dimulai pada Sabtu, 11 April 2026, dan dapat berlangsung hingga dua pekan, tergantung dinamika yang berkembang selama perundingan berlangsung.
Iran menegaskan bahwa langkah diplomatik tersebut tidak serta-merta menandai berakhirnya konflik.
Baca Juga:
AS Usulkan Pertemuan Langsung Ukraina-Rusia di Miami, Kiev Siap Hadir
Khamenei juga mengingatkan bahwa negaranya tetap berada dalam posisi siaga dan siap memberikan respons terhadap kemungkinan agresi lanjutan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak terjadinya ofensif terhadap Iran pada 28 Februari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Konflik tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur serta memicu gangguan pada pasar global, termasuk sektor energi dan penerbangan internasional.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Kecam Diplomasi Berbasis Kekuatan, Serukan Kembalinya Dialog Perdamaian Global
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu sebagai upaya membuka ruang dialog.
Negosiasi yang akan berlangsung ini diharapkan dapat menjadi titik awal menuju kesepakatan jangka panjang guna meredakan konflik yang berkepanjangan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.