Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir telah memberikan izin kepada tim untuk melakukan pemindaian.
Namun, tim masih membutuhkan dana untuk membangun peralatan dan menempatkannya di samping Piramida Besar.
Baca Juga:
Lampaui Target, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai USD 1,52 Miliar pada 2024
Begitu ilmuwan memiliki dana penuh, mereka percaya akan memakan waktu dua tahun untuk membangun detektor.
Saat ini, tim tersebut hanya memiliki dana yang cukup untuk melakukan simulasi dan merancang beberapa prototipe.
Teleskop akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data setelah digunakan.
Baca Juga:
Konvoi Bantuan Kemanusiaan Terbesar ke Jalur Gaza Diluncurkan Mesir
"Setelah kami menyebarkan teleskop setelah sekitar satu tahun waktu pengamatan, kami berharap mendapatkan hasil awal. Kami akan membutuhkan antara dua dan tiga tahun pengamatan untuk mengumpulkan data muon yang cukup untuk mencapai sensitivitas penuh untuk studi (Piramida Besar), " kata Alan Bross, seorang ilmuwan di Fermi National Accelerator Laboratory. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.