WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan di Selat Hormuz mulai menunjukkan celah setelah kapal asing kembali melintas, namun di saat yang sama kapal Indonesia justru masih tertahan di jalur energi paling vital dunia tersebut.
Sejumlah kapal asing dilaporkan sudah berhasil melewati Selat Hormuz pasca penutupan akses oleh Iran akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga:
Drone Hantam Kapal di Selat Hormuz, Iran Klaim Target Terkait Israel
Kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM menjadi salah satu yang pertama secara terbuka melintasi jalur tersebut.
Kapal berbendera Malta bernama Cribbi terpantau berlayar dari barat ke timur pada Kamis (3/4/2026) sore dan melanjutkan perjalanan ke perairan Oman pada Jumat (4/4/2026).
Data pelacakan maritim menunjukkan kapal tersebut melintas di utara Pulau Larak dekat wilayah Iran melalui jalur yang diduga telah mendapatkan persetujuan otoritas setempat.
Baca Juga:
Ketegangan Asia Barat Memanas, Turki Diversifikasi Rute Minyak dan Gas
Sebelumnya, kapal berbendera Malaysia dan Filipina juga dilaporkan telah berhasil melintasi selat tanpa kendala berarti.
“Tidak ada pungutan tol yang dikenakan pada kapal-kapal Malaysia,” ujar Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke pada Selasa (31/3/2026).
Pernyataan itu menegaskan adanya perlakuan khusus terhadap negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik dengan Iran.