Menurutnya, besarnya kobaran api telah melampaui kemampuan petugas di lapangan.
"Kebakaran ini berada pada puncaknya. Saat ini berada di luar kapasitas petugas pemadam untuk mengendalikannya," kata Carlos Novillo, dikutip Al Jazeera, Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat hampir 10.000 hektare lahan di wilayah Madrid telah terbakar.
Sementara itu, di Provinsi Avila yang berbatasan langsung dengan Madrid, luas area yang dilalap api diperkirakan mencapai 13.000 hingga 15.000 hektare.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
Baca Juga:
DPR Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Koordinasi Daerah Harus Diperkuat
Meski suhu udara mulai menunjukkan penurunan, ia mengingatkan bahwa kondisi di lapangan masih sangat berbahaya karena arah dan kecepatan angin belum dapat dipastikan.
"Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa dan melindungi kawasan permukiman. Kami akan menghadapi beberapa jam yang sangat sulit karena belum mengetahui bagaimana arah maupun kekuatan angin," ujar Sanchez.
Di Prancis, pemerintah melakukan evakuasi besar-besaran terhadap sekitar 197.000 warga di wilayah Bordeaux, termasuk sejumlah kawasan wisata.