Presiden Emmanuel Macron juga telah mengerahkan personel militer beserta pesawat angkut untuk membantu operasi pemadaman di berbagai wilayah terdampak.
Selain itu, Prancis secara resmi meminta dukungan dari Uni Eropa guna memperkuat upaya penanggulangan kebakaran yang hingga kini masih terus meluas.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan luas lahan yang terbakar di negaranya kini mendekati 98.000 hektare.
"Masih ada sejumlah titik kebakaran di seluruh negeri yang belum berhasil dikendalikan," kata Nunez.
Sementara itu, hasil kajian World Weather Attribution yang dikutip Al Jazeera menyebutkan bahwa berbagai wilayah di Eropa telah mengalami sedikitnya dua gelombang panas sejak Mei 2026.
Baca Juga:
DPR Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Koordinasi Daerah Harus Diperkuat
Fenomena tersebut, yang diperburuk oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia, menyebabkan kondisi kekeringan semakin parah sehingga meningkatkan risiko sekaligus intensitas kebakaran hutan di sejumlah negara Eropa sepanjang tahun ini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.