"Kesuksesan kampanye ini akan memastikan bahwa tindakan barbar rezim Kiev ini tidak berlanjut. Salah satu tujuannya adalah untuk mendemiliterisasi Kiev dan melucuti kemampuannya untuk melakukan serangan seperti ini," tegas Peskov.
Pemerintah Ukraina sendiri telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan dalih menargetkan pabrik mikroelektronika lokal. Namun, laporan media menyebutkan serangan terjadi saat pergantian sif pabrik, di mana banyak karyawan sedang berjalan menuju pintu keluar sehingga memakan banyak korban jiwa.
Baca Juga:
Drone Rusia Hantam Kedutaan Qatar di Ukraina
Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan bahwa sebanyak tujuh rudal jelajah Inggris digunakan dalam serangan tersebut. Pihak kementerian menyatakan bahwa Inggris dan negara-negara lain yang mendukung pemerintah Ukraina harus memikul tanggung jawab penuh atas jatuhnya korban sipil di Bryansk.
"London siap membawa konflik ke tingkat yang baru dalam hal kerusakan dan hilangnya nyawa dengan menggunakan boneka Ukraina," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bereaksi terhadap insiden maut tersebut. Pihak Moskow memperingatkan bahwa sikap diam dunia internasional akan dianggap sebagai lampu hijau bagi tindakan kriminal lebih lanjut.
Baca Juga:
Rusia Umumkan Sistem Rudal Balistik Dikerahkan untuk Patroli Tempur di Siberia
"Diamnya PBB akan dianggap sebagai dorongan bagi tindakan kriminal pemerintah Ukraina dan penyokong asingnya," tambah kementerian tersebut.
Di sisi lain, Bogomaz telah mengumumkan hari berkabung di Bryansk sebagai bentuk penghormatan bagi para korban. Saat ini, 20 orang masih dirawat di rumah sakit setempat, sementara sembilan korban dengan luka paling parah telah dipindahkan ke fasilitas medis khusus untuk penanganan intensif.
Rudal jelajah Storm Shadow sendiri merupakan senjata yang diluncurkan dari udara dengan jangkauan hingga 560 kilometer. Lokasi kota Bryansk yang berada sedikit di atas 100 kilometer dari perbatasan Ukraina menjadikannya target yang sangat rentan bagi persenjataan canggih kiriman Barat tersebut.