WahanaNews.co | Selama Perang Dunia II, sejumlah
pasukan remaja wanita turut bergabung dalam perang "di bawah tanah".
Dalam
catatan sejarah,Freddie Oversteegen (14 tahun) adalah pasukan perlawanan
Belanda dalam melawan Nazi Jerman dan kelompok musuh lainnya.
Baca Juga:
Bantai Wanita dan Anak-anak, Erdogan sebut Kebiadaban Israel Mirip Nazi
Ia
bergabung bersama dengan saudara perempuannya, Truus Oversteegen, dan seorang
wanita muda lain bernama Hannie Schaft, sebagai trio yang bertugas menyabotase
dan membunuh.
Ajaran Ibu
Baca Juga:
Ribut dengan Rusia, Diam-diam Israel Bantu Ukraina
Truus
adalah 2 tahun lebih tua dari Freddie.
Mereka
tumbuh besar di kota Haarlem, Belanda, dengan seorang single mother dari kelas pekerja.
Ibu
mereka adalah seorang komunis dan mengajari mereka tentang pentingnya memerangi
ketidakadilan, sebagaimana catatan cerita dunia yang dilansir dari History.