Perselisihan tersebut tidak hanya menyangkut batas teritorial, tetapi juga melibatkan klaim atas situs reruntuhan candi kuno yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Presiden Trump secara terbuka menyebut keberhasilan mendorong perdamaian Thailand-Kamboja sebagai salah satu capaian utama kebijakan luar negerinya.
Baca Juga:
Wow! AS Siap Bayar Warga Greenland Hingga Rp 2,6 Miliar per Orang demi Lepas dari Denmark
Presiden ke-47 Amerika Serikat itu bahkan berulang kali mengklaim bahwa perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik internasional menjadikannya layak meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
Kucuran bantuan terbaru ini juga menandai perubahan sikap Washington yang cukup signifikan.
Sebelumnya, pemerintahan Trump dikenal ketat dalam memangkas anggaran bantuan luar negeri, termasuk membekukan dana pembersihan ranjau untuk Kamboja.
Baca Juga:
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional dalam Satu Dekrit
Kebijakan tersebut didasarkan pada prinsip bahwa bantuan internasional hanya akan diberikan untuk program yang dinilai selaras dengan kepentingan langsung Amerika Serikat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.