Sejumlah kalangan mempertanyakan potensi dampaknya terhadap kelompok yang selama ini terpinggirkan.
Poonam Muttreja, Direktur Eksekutif Yayasan Kependudukan India, menilai langkah ini bisa memicu ketegangan baru, namun juga bisa menjadi momen penting untuk memahami ketimpangan struktural yang masih terjadi.
Baca Juga:
3.000 Warga Meriahkan Fun Walk Kecamatan Situraja, Bupati Sumedang Turut Hadir
“Kita selama ini terbang tanpa arah, merancang kebijakan-kebijakan dalam kegelapan sembari mengeklaim untuk mengejar keadilan sosial,” ucap Muttreja.
“Jadi, sensus berikutnya akan menjadi bersejarah,” tambahnya.
Sistem kasta di India sendiri berasal dari tradisi Hindu yang membagi masyarakat ke dalam beberapa tingkatan.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Pasien Gawat Darurat Wajib Dilayani Tanpa Rujukan di Seluruh Indonesia
Di puncak terdapat Brahmin kalangan rohaniwan dan ilmuwan sementara di lapisan terbawah ada Dalit, yang selama ini menjalani pekerjaan kasar seperti membersihkan jalanan atau mengangkut sampah.
Selama ratusan tahun, masyarakat Dalit menghadapi diskriminasi ekstrem.
Dalam banyak kasus, mereka dilarang masuk ke rumah warga dari kasta lebih tinggi, bahkan memakai peralatan makan yang sama pun dianggap tabu.