WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seruan terbuka Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada rakyat Iran untuk terus turun ke jalan mengguncang panggung internasional, ketika laporan korban tewas akibat represi aparat disebut telah menembus ribuan orang dan ancaman sanksi ekonomi baru dilontarkan Washington.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendorong warga Iran melanjutkan gelombang protes di tengah penindakan keras aparat keamanan yang dilaporkan menewaskan ribuan demonstran, Selasa (13/1/2026) --.
Baca Juga:
Gelombang Protes Iran Mematikan, Aktivis Catat 2.571 Korban Jiwa
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan dukungan langsung kepada massa aksi di Iran sambil menyebut bahwa bantuan bagi para demonstran sedang dalam perjalanan.
“Para patriot Iran, teruslah berdemo—ambil alih institusi-institusi kalian!!! Bantuan sedang dalam perjalanan,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip media internasional.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Gedung Putih menyampaikan bahwa opsi serangan udara terhadap Iran sedang dipertimbangkan oleh Presiden AS.
Baca Juga:
Ribuan Orang Tewas, Demo Iran Disebut Lebih Brutal dari 1979
Trump juga memutuskan membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran sampai kekerasan terhadap demonstran dihentikan oleh pemerintah Teheran.
Dukungan Trump beriringan dengan laporan organisasi Hak Asasi Manusia yang menyebutkan jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran mencapai sedikitnya 2.000 orang.
Pemerintah Iran sebelumnya hanya mengakui sekitar 600 korban jiwa akibat kerusuhan tersebut.