WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jerit korban dari bawah reruntuhan membuat malam di Venezuela berubah menjadi kepanikan panjang setelah gempa kembar menewaskan sedikitnya 164 orang.
Gempa besar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah sebelah barat Caracas, ibu kota Venezuela, pada Rabu (24/6/2026).
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
Guncangan tersebut disebut sebagai gempa terbesar yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad dan merusak sejumlah bangunan di kawasan dekat Caracas.
Di tengah malam yang gelap, tim penyelamat bersama warga terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban selamat.
Evakuasi juga dilakukan terhadap warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat kuatnya guncangan.
Baca Juga:
Hubungan RI-Iran Disebut Sedang Terluka, Eks Dubes Bongkar Insiden Kapal Tanker hingga Kapal Perang
Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat telah menawarkan bantuan dengan mengirimkan tim penyelamat ke Venezuela.
Tawaran bantuan itu muncul setelah dua gempa kuat mengguncang wilayah barat Caracas dan memicu kerusakan luas di sejumlah titik.
Jumlah korban meninggal dunia terus bertambah dengan cepat setelah proses pencarian dilakukan di wilayah terdampak.