Gelombang panas yang melanda kawasan Eropa sejak 20 Juni 2026 telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Sejumlah sekolah, museum, serta berbagai fasilitas umum di beberapa negara terpaksa mengurangi jam operasional bahkan ditutup sementara karena suhu udara yang sangat tinggi demi menjaga keselamatan masyarakat.
Baca Juga:
Eropa Dilanda Suhu Rekor pada Juni 2026, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal
Berdasarkan perkiraan AFP, sedikitnya 191 juta penduduk Eropa diperkirakan menghadapi suhu mencapai 35 derajat Celsius atau lebih.
Wilayah yang diprediksi mengalami kondisi terpanas meliputi Jerman, Republik Ceko, Hungaria, Polandia, Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, hingga Ukraina bagian barat.
Di Prancis sendiri, sebagian besar wilayah mulai mengalami penurunan suhu.
Baca Juga:
Restorasi Mangrove Pantai Tanah Merah, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Wajib Tumbuh dengan Etika Ekologi
Namun demikian, badan meteorologi setempat masih menetapkan status peringatan gelombang panas di sejumlah kawasan timur laut karena suhu udara masih berada di atas ambang normal.
Sementara itu, gelombang panas kini mulai bergeser ke kawasan Eropa Timur.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga membawa dampak lain di Jerman, yakni meningkatnya jumlah kecelakaan di perairan akibat banyak warga mencari tempat yang lebih sejuk.