"Status negara bersenjata nuklir Korea Utara tidak dapat diubah dan memperluas 'penangkal nuklir untuk pertahanan diri' sangat penting bagi keamanan nasional," ujar Kim dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Korea Utara.
Meski telah dikenai sanksi Dewan Keamanan PBB sejak 2006 terkait program nuklir dan rudal balistiknya, Korea Utara justru mempercepat pembangunan arsenal militernya di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.
Baca Juga:
Gempur Yordania, Militer Iran Luncurkan 12 Rudal Balistik
Langkah Pyongyang tersebut selama ini menuai kecaman keras dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang menilai program rudal Korea Utara mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Timur.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.