Seorang influencer Bahrain, Yousif Mohamed (20 tahun), mengatakan, tujuannya mengikuti tur ke Israel adalah untuk
membuka mata orang-orang yang merasa skeptis dengan normalisasi hubungan
tersebut.
Selain itu, Mohamed menambahkan bahwa
dia ingin mencoba untuk mengubah dunia.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
"Saya menghadapi sedikit tekanan
dan kritik, mungkin karena menjadi salah satu orang Bahrain pertama yang
mengunjungi Israel, tapi saya pikir orang-orang membutuhkan waktu untuk membuka
pikiran mereka," ujar Mohamed.
"Ketidaktahuan terkadang dapat
menghalangi kami dan karena itulah saya memutuskan untuk mengunjungi dan
melihat sendiri, dan saya sangat senang bahwa saya telah mengambil langkah
itu," kata Mohamed, menambahkan.
Kesepakatan normalisasi ditandatangani
pada tahun lalu oleh UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Kesepakatan ini dikecam oleh warga
Palestina, yang mengatakan bahwa negara-negara
tersebut telah berkhianat.
Abu Dhabi mengatakan, kesepakatan itu
adalah upaya untuk mencegah pencaplokan yang direncanakan Tel Aviv atas Tepi
Barat yang diduduki.
Namun, para
kritikus percaya bahwa upaya normalisasi telah dilakukan selama bertahun-tahun.