Al-Garg juga pemimpin pasukan yang menjaga fasilitas perminyakan di daerah itu.
Ia menyebut blokade disebabkan “kondisi hidup yang mengenaskan” di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Jet Bisnis Jatuh di Turki, Panglima Militer Libya dan Empat Pejabat Tewas
Ia menuntut pemerintah memberi layanan di warga daerah sekitar ladang minyak.
NOC menyebut blokade Al-Garg menyebabkan Libya kehilangan sekitar 34,6 juta dolar AS per hari.
Libya diketahui memiliki cadangan minyak terbesar kesembilan di dunia, sekaligus terbesar di Benua Afrika.
Baca Juga:
Libya Butuh Bertahun-tahun Cari 20 Ribu Korban Banjir yang Hilang
Sebelum blokade, produksi minyak Libya berkisar di angka 1,2 juta barel per hari.
Setelah blokade, jumlah produksi berkurang sekitar 330.000 barel per hari. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.