Al-Garg juga pemimpin pasukan yang menjaga fasilitas perminyakan di daerah itu.
Ia menyebut blokade disebabkan “kondisi hidup yang mengenaskan” di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Negara Ini Paling Murah Jual BBM Sedunia Sekitar Rp400/Liter!
Ia menuntut pemerintah memberi layanan di warga daerah sekitar ladang minyak.
NOC menyebut blokade Al-Garg menyebabkan Libya kehilangan sekitar 34,6 juta dolar AS per hari.
Libya diketahui memiliki cadangan minyak terbesar kesembilan di dunia, sekaligus terbesar di Benua Afrika.
Baca Juga:
Anak Muammar Khadafi Tewas Ditembak di Zintan, Libya Kembali Bergejolak
Sebelum blokade, produksi minyak Libya berkisar di angka 1,2 juta barel per hari.
Setelah blokade, jumlah produksi berkurang sekitar 330.000 barel per hari. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.