WahanaNews.co | Stephanie Williams, penasihat khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libya mendesak agar blokade ladang minyak di Libya dibuka secepatnya.
Pernyataan tersebut menyusul melonjaknya harga minyak dunia yang menembus 130 dolar AS per barel.
Baca Juga:
Negara Ini Paling Murah Jual BBM Sedunia Sekitar Rp400/Liter!
Ladang minyak yang dimaksud adalah ladang minyak Sharara dan El Feel.
Kedua ladang minya ini terbilang sebagi dua ladang minyak yang terbesar di Libya.
Menurut Williams, blokade dua ladang minyak itu “menghilangkan sumber pendapatan utama warga Libya.”
Baca Juga:
Anak Muammar Khadafi Tewas Ditembak di Zintan, Libya Kembali Bergejolak
“Blokade minyak ini harus dicabut,” cuit Williams dikutip Associated Press, Senin (7/3/2022).
BUMN pengelola minyak Libya, National Oil Corporation (NOC) menyebut blokade ladang minyak didalangi oleh kelompok bersenjata pimpinan Muhammad Bashir Al-Garg.
Kelompok itu berbasis di Zintan, daerah pegunungan sekitar 136 kilometer barat daya ibu kota Tripoli.