Situasi ini kontras dengan hubungan Amerika Serikat dan Prancis yang justru menunjukkan ketegangan, bahkan memperdalam retakan di antara negara-negara sekutu dalam NATO.
Perbedaan pandangan antara Paris dan Washington sebenarnya telah lama terjadi, terutama dalam isu penjualan alat pertahanan dan prioritas strategi global.
Baca Juga:
Ajakan Trump Minta Gencatan Senjata, Iran Tolak Mentah-Mentah
Namun, ketegangan tersebut semakin terbuka sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua.
Perselisihan tambahan mengenai Greenland dan peran NATO turut memperkeruh hubungan bilateral kedua negara.
“Ada pihak-pihak yang menganjurkan pembebasan Selat Hormuz secara paksa melalui operasi militer, sebuah posisi yang terkadang diungkapkan oleh Amerika Serikat,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Baca Juga:
Iran Klaim Tahan Pilot, AS Akui Jet Tempurnya Ditembak Jatuh
Presiden Prancis itu menegaskan, “Saya katakan 'terkadang' karena hal itu bervariasi. Itu bukanlah pilihan yang pernah kami pilih, dan kami menganggapnya tidak realistis”.
Macron juga menyampaikan pandangannya bahwa pendekatan militer bukan solusi utama dalam menyelesaikan konflik dengan Iran.
"Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer," ujarnya.