Gempuran terhadap wilayah Suriah ini terjadi saat kekhawatiran semakin meningkat soal dampak regional dari perang antara Israel dan Hamas yang terus berkecamuk di Jalur Gaza.
Rentetan serangan melanda posisi pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak dan Suriah beberapa waktu terakhir. Tidak hanya itu, baku tembak antara Hizbullah dan pasukan Israel di perbatasan Lebanon juga meningkat sejak perang meletus di wilayah Jalur Gaza pada awal bulan ini.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Pada Minggu (29/10) waktu setempat, militer Israel menyatakan pihaknya telah menyerang 'target teroris Hizbullah di Lebanon' juga sebagai respons terhadap tembakan roket.
Situasi di kawasan Timur Tengah menjadi semakin tegang sejak Israel menyatakan perang terhadap Hamas dan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Jalur Gaza. Perang meletus setelah Hamas melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
Para pejabat Tel Aviv menyebut lebih dari 1.400 orang, kebanyakan warga sipil, tewas akibat serangan Hamas.
Baca Juga:
Israel Putus Listrik ke Gaza, Hamas: Upaya Pemerasan yang Murahan
Sementara otoritas kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas menyebut lebih dari 8.000 orang, yang separuhnya anak-anak, tewas akibat gempuran Israel selama tiga pekan terakhir.
Serangan lintas perbatasan, menurut data AFP, menewaskan sedikitnya 61 orang di wilayah Lebanon. Kebanyakan korban tewas merupakan anggota Hizbullah, meskipun ada empat warga sipil yang salah satunya jurnalis.
Dari kubu Israel dilaporkan empat orang, termasuk satu warga sipil, tewas akibat serangan lintas perbatasan.