WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan klaim antara Amerika Serikat dan Iran soal misi penyelamatan kru jet tempur F-15 memanas, dengan kedua pihak saling bertolak belakang menggambarkan hasil operasi dramatis tersebut.
Militer Iran menyatakan bahwa operasi penyelamatan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pilot F-15 yang jatuh sepenuhnya gagal, sebagaimana disampaikan juru bicara komando pusat militer Iran Ebrahim Zolfaghari dalam siaran televisi pemerintah pada Minggu (5/4/2026).
Baca Juga:
Iran Jatuhkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari, Termasuk A-10 Warthog
"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, sepenuhnya digagalkan," kata Ebrahim.
Pernyataan tersebut muncul di tengah klaim berbeda dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada hari yang sama menyebut bahwa kru F-15 kedua berhasil diselamatkan dalam kondisi baik.
Ebrahim juga mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut dua pesawat angkut militer Hercules C-130 dan dua helikopter Black Hawk hancur, sekaligus menyindir pernyataan Trump sebagai retorika kosong yang tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Baca Juga:
Dua Hari Hilang di Iran, Pilot F-15E AS Diselamatkan Lewat Operasi Militer Dramatis
"Retorika kosong dan pengalihan perhatian, meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat," ujarnya.
Media pemerintah Iran turut menayangkan gambar puing-puing hangus di wilayah gurun dengan asap masih mengepul dari lokasi kejadian, memperkuat narasi kegagalan operasi tersebut.
Laporan juga menyebutkan bahwa sedikitnya lima orang tewas dalam serangan selama operasi di wilayah barat daya, meski belum dapat dipastikan apakah korban berasal dari kalangan sipil atau militer.
Di sisi lain, Donald Trump menyampaikan klaim berbeda terkait kondisi kru F-15 yang berhasil diselamatkan, termasuk perubahan pernyataan dalam waktu singkat.
“Militer AS berhasil melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS, untuk salah satu Perwira Anggota Kru kami yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang SELAMAT dan SEHAT!,” tulis Trump.
Namun dalam unggahan terbarunya di Truth Social pada Minggu (5/4/2026), Trump justru menyebut kru tersebut mengalami luka serius setelah berhasil dievakuasi dari wilayah pegunungan Iran.
“Kami telah menyelamatkan seorang awak/perwira F-15 yang terluka parah dan sangat berani, dari dalam pegunungan Iran,” tulisnya.
Perbedaan klaim ini semakin menambah ketidakjelasan terkait kondisi sebenarnya dari kru pesawat tempur tersebut serta hasil operasi penyelamatan yang dilakukan.
Sebelumnya, pesawat tempur yang diidentifikasi sebagai F-15E milik Amerika Serikat ditembak jatuh di Iran pada Jumat (3/4/2026) dengan dua awak di dalamnya, di mana satu pilot berhasil diselamatkan pada hari yang sama sementara kru kedua sempat dinyatakan hilang.
Pada Minggu (5/4/2026), militer AS mengklaim telah menemukan dan menyelamatkan kru kedua tersebut, meskipun narasi yang berkembang masih dipenuhi perbedaan versi antara kedua negara.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]