Menanggapi petisi tersebut, Mamdani menilai gerakan itu merupakan upaya segelintir pihak untuk menghalanginya menghadiri peringatan 9/11. Ia mengatakan menghormati keluarga korban dan penyitas serta mengaku tak akan melupakan duka karena peristiwa itu.
"Saya akan dengan bangga menghormati keluarga korban, para penyintas, dan petugas tanggap darurat yang terdampak selamanya oleh serangan teror mengerikan itu dengan berdiri bersama mereka dalam peringatan 9/11 tahun ini, sembari menegaskan kembali bahwa kita tidak akan pernah melupakan hari penuh duka yang dirasakan oleh kita semua yang menjadikan kota ini sebagai rumah kita," tegasnya.
Baca Juga:
Telepon Panas ke Gedung Putih, Wali Kota New York Terang-terangan Bela Venezuela
Di sisi lain, kelompok September 11th Families for Peaceful Tomorrows yang juga terdiri dari keluarga korban menyatakan dukungan kepada Mamdani. Mereka mengecam petisi tersebut karena dinilai mengandung sentimen Islamofobia dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap wali kota New York itu.
Kelompok pendukung tersebut diketahui menerima hibah lebih dari US$500.000 (sekitar Rp9 miliar) dari Soros Foundation dalam kurun sekitar satu dekade terakhir. Dana tersebut disebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Kontroversi ini juga terjadi di tengah memanasnya hubungan Mamdani dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ketegangan meningkat setelah Mamdani menyatakan Netanyahu berpotensi ditangkap atas tuduhan kejahatan perang jika berkunjung ke New York. Netanyahu kemudian menuding Mamdani berpihak kepada Iran dan menyebut sikapnya sebagai bentuk "sinisme moral" yang tidak masuk akal.
Baca Juga:
Baru Dilantik, Zohran Mamdani Langsung Cabut Kebijakan Pro-Israel di New York
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.