Ketiga, Libya. Produksi minyak Libya sering mengalami gangguan akibat ketegangan politik yang berkelanjutan.
Pada akhir April, National Oil Corporation (NOC) mengatakan negara itu kehilangan lebih dari 550.000 barel per hari dalam produksi minyak dari pemblokiran ladang minyak utama dan terminal ekspor oleh kelompok-kelompok yang tidak puas secara politik. Bahkan, satu kilang mengalami kerusakan setelah bentrokan bersenjata.
Baca Juga:
Luhut: Impor Minyak dari Rusia? Kenapa Tidak, jika Menguntungkan!
Keempat Iran. Negara ini dapat berkontribusi hingga 1,2 juta barel per hari. Perusahaan data Kpler memperkirakan bahwa Iran memiliki 100 juta barel dalam penyimpanan terapung pada pertengahan Februari, yang berarti dapat menambah 1 juta barel per hari, atau 1% dari pasokan global, selama sekitar tiga bulan. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.