WAHANANEWS.CO, Jakarta - Meskipun Amerika Serikat (AS) dan Israel terlibat dalam ketegangan geopolitik dengan Iran, dunia usaha menunjukkan cerita yang berbeda. Di sektor bisnis, kedua negara tetap memiliki hubungan erat dalam hal investasi, ekonomi, serta sains dan teknologi. Dalam daftar America’s Richest Immigrants 2025 yang dirilis oleh Forbes, tercatat enam pengusaha kelahiran Iran yang sukses meraih gelar miliarder di AS. Mereka menembus berbagai rintangan untuk merubah banyak industri, mulai dari medis hingga luar angkasa.
Salah satunya adalah Adam Foroughi, yang memiliki kekayaan US$13,3 miliar. Foroughi adalah salah satu pendiri dan CEO AppLovin, perusahaan perangkat lunak dan gim seluler yang melantai di bursa saham pada 2021. Lahir di Iran setahun setelah Revolusi Iran 1979, Foroughi pindah ke AS saat masih kecil dan kini memiliki sekitar 11% saham di perusahaan yang bernilai pasar US$123,3 miliar.
Baca Juga:
Polda Sumbar Sita 8 Kg Sabu, Lima Tersangka Dibekuk
Behdad Eghbali, miliarder kelahiran Iran lainnya, memiliki kekayaan US$4,4 miliar. Eghbali adalah salah satu pendiri Clearlake Capital, perusahaan ekuitas swasta yang dikenal sebagai salah satu yang paling aktif di AS. Sebelum Clearlake, Eghbali bekerja di Morgan Stanley dan TPG. Dia turut berperan dalam pembelian klub sepak bola Chelsea FC pada 2022.
Kamal Ghaffarian, dengan kekayaan US$2,5 miliar, adalah seorang insinyur dan pengusaha di bidang energi nuklir dan eksplorasi luar angkasa. Ghaffarian mendirikan Stinger Ghaffarian Technologies (SGT) pada 1994, yang menjadi kontraktor jasa teknik terbesar kedua untuk NASA. Selain itu, dia juga mendirikan perusahaan eksplorasi antariksa Intuitive Machines yang melantai di Nasdaq pada Februari 2023.
Maky Zanganeh, miliarder perempuan keturunan Iran, memiliki kekayaan US$1,4 miliar. Zanganeh beralih dari profesi dokter gigi ke dunia bioteknologi dan kini menjadi Co-CEO dan Presiden Summit Therapeutics. Ia juga dikenal berperan penting dalam penjualan Pharmacyclics senilai US$21 miliar kepada AbbVie dan dalam peluncuran obat kanker inovatif ibrutinib.
Baca Juga:
PTUN Batalkan Putusan, Pemerintah Perkuat Upaya Eksekusi Lahan Hotel Sultan
Jahm Najafi, dengan kekayaan US$1,3 miliar, adalah pendiri The Najafi Companies, perusahaan investasi swasta yang berbasis di Phoenix. Najafi memiliki beragam investasi, mulai dari hiburan, barang konsumsi, hingga olahraga, termasuk kepemilikan saham di klub Phoenix Suns dan tim Formula 1 McLaren. Ia juga bergabung dengan The Giving Pledge pada 2024, berkomitmen menyumbangkan sebagian besar kekayaannya.
Joe Kiani, yang memiliki kekayaan US$1,2 miliar, mendirikan Masimo pada 1989 untuk mengatasi kekurangan dalam teknologi oksimetri denyut nadi. Alat yang dikembangkan Kiani kini digunakan untuk memantau lebih dari 200 juta pasien setiap tahun. Kiani juga diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Presiden AS untuk Sains dan Teknologi pada 2021.
Dengan kesuksesan mereka, enam pengusaha kelahiran Iran ini membuktikan bahwa meski berada di tengah gejolak politik internasional, mereka mampu mencapai puncak kesuksesan bisnis dan mengubah banyak sektor industri di AS dan dunia.