Dukungan dan solidaritas internasional juga datang dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menyampaikan kecaman keras atas tindakan kriminal yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan mengancam stabilitas kawasan.
Baca Juga:
BKSAP DPR dan MUI Perkuat Sinergi, Siapkan Konferensi Dukungan untuk Palestina pada Agustus 2026
Kemlu UEA menegaskan pula penolakan tetapnya terhadap segala bentuk kekerasan, ekstremisme, dan terorisme yang bertujuan untuk merusak keamanan dan stabilitas.
Selain itu, menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada keluarga para korban, pemerintah dan rakyat Nigeria atas serangan keji ini.
Sementara itu, berdasarkan laporan di lapangan, sekitar 50 orang diperkirakan tewas dan sejumlah perempuan serta anak-anak diculik setelah pria-pria bersenjata menyerang sebuah desa di Zamfara.
Baca Juga:
Ilmuwan Muslim Dunia Diganjar Mustafa Prize, Febriansyah Ingatkan Peran Generasi Muda Indonesia
Informasi tersebut disampaikan anggota parlemen negara bagian, Hamisu A. Faru, kepada Reuters.
"Mereka telah berpindah dari satu desa ke desa lain. Meninggalkan setidaknya 50 orang tewas," kata Faru kepada Reuters melalui telepon.
Faru menjelaskan, para penyerang memasuki Desa Tungan Dutse sekitar pukul 17.00 pada Kamis dan melanjutkan aksinya hingga sekitar pukul 03.30 pada Jumat dini hari.