Ancaman 'Spoilers' Israel dan Eskalasi di Lebanon
Kendati demikian, Pakistan memperingatkan bahwa jalannya perdamaian ini dipastikan tidak akan mudah karena adanya faktor pengacau (spoilers) regional. Islamabad menyoroti agresi militer Israel ke Lebanon sebagai hambatan utama saat ini yang dapat merusak komitmen damai ini secara sepihak. Isu eskalasi ini memicu kekhawatiran baru karena posisi Lebanon yang erat dengan poros pertahanan Iran.
Baca Juga:
PBB Temukan Bukti Baru, Israel Lakukan Genosida Sadis di Jalur Gaza
Tindakan Israel di Lebanon dinilai berpotensi memicu kembali konflik terbuka dan merusak seluruh proses mediasi yang sedang berjalan. Akibat aksi militer tersebut, Israel kini dinilai semakin terisolasi dari pergaulan internasional dan kehilangan dukungan dari negara-negara sekutunya. Komunitas internasional melihat tindakan sepihak ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter global.
"Israel adalah pengacau di kawasan tersebut, rintangan utama dalam jalan menuju perdamaian. Hari ini mereka terisolasi dan kehilangan teman-teman di dunia karena kejahatan perang serta pelanggaran hak asasi manusia yang begitu terlihat," tegas Dubes Zahid mengkritik keras Tel Aviv.
Pakistan mendesak Dewan Keamanan PBB dan negara-negara berpengaruh untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan agresi Israel. Jika perang di Lebanon terus meluas, dampaknya akan langsung memukul perekonomian global melalui lonjakan harga komoditas dan krisis energi jilid baru. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap hukum internasional menjadi satu-satunya solusi logis saat ini.
Baca Juga:
Trump Mulai Jengkel ke Netanyahu, Sebut Israel Bisa Gagalkan Damai AS-Iran
Menurut Pakistan, eskalasi di Lebanon membuktikan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah tercapai selama hukum internasional diabaikan oleh satu pihak. Pakistan berkomitmen untuk terus mengawal MoU AS-Iran ini agar tidak goyah oleh provokasi militer di lapangan. Penguatan koordinasi regional akan terus ditingkatkan demi membendung dampak destruktif dari konflik Lebanon.
"Tidak ada negara yang boleh dibiarkan secara sepihak merusak perdamaian regional. Kami akan terus bekerja dengan AS maupun Iran untuk memastikan bahwa nota kesepahaman ini diimplementasikan baik dalam teks maupun semangatnya demi perdamaian kawasan," tutup Dubes Zahid.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.