Berdasarkan pengamatan langsung KBRI Teheran, situasi di berbagai wilayah Iran terpantau relatif normal dan kondusif, khususnya setelah terjadinya aksi massa pada pekan pertama Januari 2026.
"Kemlu dan KBRI Tehran sudah menyiapkan skema pemulangan jika terjadi sesuatu atau konflik memanas," ujarnya.
Baca Juga:
Kemlu RI Imbau WNI di NSW Waspada Usai Penembakan Massal di Pantai Bondi
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi pemutusan akses internet di lingkungan KBRI Teheran.
Namun, kondisi tersebut kini telah pulih dan seluruh layanan KBRI kembali beroperasi secara normal.
Mengacu pada informasi resmi di laman Kemlu, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI yang berada di berbagai wilayah Iran.
Baca Juga:
Tragedi Tai Po Hong Kong: Korban WNI Meninggal Naik Jadi Sembilan Orang
Fokus pemantauan dilakukan di kota-kota yang menjadi simpul utama komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, yang hingga kini dilaporkan tidak mengalami gangguan keamanan yang signifikan.
Meski belum diperlukan langkah evakuasi, KBRI Teheran tetap melakukan langkah antisipatif terhadap kemungkinan eskalasi situasi keamanan dengan menjalankan rencana kontigensi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kemlu mengimbau WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran agar menunda keberangkatan hingga situasi keamanan dinyatakan benar-benar kondusif.