Meskipun fase pertama dari rencana gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat disebut berhasil meningkatkan masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar, PBB menilai bantuan tersebut masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza.
Berbagai kendala, termasuk pembatasan akses dan situasi keamanan yang tidak stabil, terus menghalangi distribusi bantuan secara lebih luas dan merata.
Baca Juga:
Izin Dicabut, UNRWA Kecam Israel: Gaza Butuh Bantuan Bukan Pembatasan
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa tingkat ketidakamanan di Gaza masih tinggi dan bahkan cenderung meningkat.
Kondisi tersebut dipicu oleh bentrokan bersenjata yang berkelanjutan, serangan udara, serta penembakan artileri yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam pernyataannya, Dujarric kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil merupakan kewajiban mutlak sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Baca Juga:
Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Digeledah KPK
Ia menyampaikan bahwa PBB bersama para mitranya di lapangan terus berupaya menyediakan bantuan tempat tinggal darurat dan dukungan kemanusiaan lainnya bagi warga yang terdampak di seluruh wilayah Gaza.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen PBB untuk mengurangi penderitaan masyarakat sipil sekaligus mendukung terciptanya perdamaian jangka panjang.
Selain itu, PBB juga terus mengingatkan seluruh pihak agar bertindak secara bertanggung jawab, menghormati hukum internasional, serta memegang teguh komitmen yang telah disepakati bersama.