Menurutnya, hal ini tidak bisa lagi ditoleransi.
"Bagi saya, mundur sebagai menteri ketika dunia menderita akibat pandemi, perang di Ukraina dan tantangan serius lainnya adalah keputusan yang saya buat. Tidak bisa dianggap enteng," kata Sunak.
Baca Juga:
Usai Zelensky Berdebat dengan Trump, PM Inggris Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
"Publik berhak untuk berharap pemerintah bisa melakukan hal yang benar, kompeten dan serius. Saya menyadari ini mungkin pekerjaan menteri terakhir saya, tapi saya percaya standar ini layak diperjuangkan dan itulah sebabnya saya mengundurkan diri," lanjut dia.
Mundurnya Menkes dan Menkeu Inggris ini menjadi bencana bagi pemerintahan PM Johnson.
Mundurnya dua menteri ini semakin membuktikan situasi pemerintahan Inggris saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga:
BPI Danantara Dikawal 3 Pemimpin Dunia, Mampukah Bebas Korupsi?
Sebelumnya, pemerintahan Johnson berada di ujung tanduk dan harus menjalani voting mosi tidak percaya di parlemen pada awal Juni.
Beruntung, Johnson memenangkan mosi tidak percaya pada Senin (6/6/2022) dengan perolehan suara 211-148.
Meski begitu, tekanan besar dari Partai Konservatif telah merusak reputasi politik Johnson.