"Itulah mengapa Anda belum melihat dan kemungkinan besar tidak akan melihat pesta diskon besar-besaran di RH," terang dia.
RH, sebelumnya dikenal sebagai Restoration Hardware, memiliki kapasitas pasar lebih dari US$6,2 miliar.
Baca Juga:
Tarif 32% Trump Ancam Ekspor Indonesia, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat
Pada Kamis (8/9), saham RH sempat merosot, namun kembali meningkat pada Jumat (9/9).
"Kami telah melalui badai sebelumnya. Kami telah melalui resesi hebat sebelumnya. Sekarang, banyak orang lain yang akan tersandung dan jatuh," jelasnya.
Sementara itu, ekonom AS terbagi dalam dua pandangan antara sedang resesi atau belum masuk masa resesi.
Baca Juga:
Amazon Ajukan Tawaran Beli TikTok, ByteDance Belum Menanggapi
Secara resmi, resesi ditentukan oleh sekelompok ekonom Biro Riset Ekonomi Nasional.
"Siapa pun yang berpikir kita tidak berada dalam resesi adalah orang gila. Pasar perumahan sedang dalam resesi dan ini baru saja dimulai. Jadi, mungkin ini akan menjadi 12 hingga 18 bulan yang sulit bagi industri kami, sekaligus saat-saat dimana Anda dapat memanfaatkannya," tandas Friedman. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.