Tidak jelas apakah pernyataan tersebut secara langsung merespons laporan Washington Post.
Pada Rabu sebelumnya, Ghalibaf memperingatkan laporan intelijen menunjukkan "musuh Iran" merencanakan pendudukan sebuah pulau Iran dengan dukungan negara regional yang tidak disebutkan. Ia menegaskan setiap upaya semacam itu akan dibalas dengan serangan terhadap "infrastruktur vital" negara tersebut.
Baca Juga:
Alutsista Miliaran Dolar Berguguran, Iran Bikin AS Rugi Triliunan
Kantor berita Tasnim juga mengutip sumber militer anonim yang mengatakan Iran dapat membuka front baru di pintu masuk Laut Merah jika aksi militer terjadi di "pulau-pulau Iran atau di manapun di wilayah kami".
Sumber tersebut mengatakan Iran mampu menghadirkan "ancaman yang kredibel" di Selat Bab al-Mandeb, yang terletak antara Yaman dan Djibouti.
Tasnim kemudian mengutip "sumber yang mengetahui" yang mengklaim bahwa pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran siap berperan "jika ada kebutuhan untuk mengendalikan Selat Bab al-Mandeb untuk semakin menghukum musuh".
Baca Juga:
Eks Bos Intelijen Inggris Sebut Iran Unggul Lawan AS-Israel
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.