WAHANANEWS.CO, Jakarta - Senin (05/03/2025) -- Perang Israel melawan Iran bukan hanya menggetarkan medan tempur, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi Tel Aviv hingga miliaran dolar setiap pekan.
Kementerian Keuangan Israel menyatakan kerugian ekonomi akibat perang melawan Iran dapat mencapai 9 miliar shekel atau sekitar USD2,9 miliar setara Rp49 triliun dalam sepekan.
Baca Juga:
Menang 26 Kali di Pengadilan, Pria Ini Justru Ditangkap karena Pengacara Gadungan
Narasi perang yang dibangun Israel terhadap Iran diposisikan serupa dengan konflik melawan aktor non-negara, seolah-olah negara anggota PBB dengan populasi lebih dari 90 juta jiwa itu setara dengan kelompok yang mereka sebut sebagai teroris.
Diyakini oleh Israel, pembunuhan para pemimpin Iran tidak akan serta-merta mengubah keadaan, namun klaim yang disampaikan ke publik menyebut hanya ketika Iran yang bersahabat dan pro-Israel tercipta atau kondisi menuju ke arah itu matang, barulah pemboman akan dihentikan.
Disebutkan dari kalangan militer Israel, setidaknya dua pekan ke depan serangan udara terhadap Iran masih akan berlanjut.
Baca Juga:
AS Bersiap Perbesar Serangan ke Iran tapi Stok Rudal Menipis
“Setidaknya akan ada dua pekan lagi pemboman,” demikian informasi terbaru yang beredar dari lingkaran militer Israel.
Militer Israel meyakini rangkaian serangan tersebut akan melunakkan situasi di dalam negeri Iran dan membuka peluang bagi munculnya pemberontakan rakyat terhadap pemerintah di Teheran, sebagaimana yang dipaparkan kepada publik domestik mereka.
Sementara itu, investigasi independen PBB mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Iran melontarkan kecaman keras terhadap serangan gabungan AS-Israel tersebut.