“Serangan-serangan ini… bertentangan dengan Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun,” kata Misi Pencarian Fakta Internasional Independen PBB tentang Iran dalam pernyataan resminya.
Jumlah korban tewas di Iran akibat serangan AS-Israel dilaporkan meningkat menjadi 1.045 orang, berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency.
Baca Juga:
Menang 26 Kali di Pengadilan, Pria Ini Justru Ditangkap karena Pengacara Gadungan
Dalam satu jam terakhir, Israel mengklaim telah melancarkan gelombang serangan ke-10 yang menyasar sejumlah titik strategis di Iran.
Teheran menjadi pusat serangan tersebut, selain Karaj dan Isfahan di wilayah timur dan barat ibu kota, dengan laporan lima orang tewas serta sejumlah sekolah turut terdampak.
Diumumkan oleh IRGC, gelombang serangan balasan ke-16 dan ke-17 dilakukan semalam dalam operasi yang mereka sebut sebagai Janji Sejati.
Baca Juga:
AS Bersiap Perbesar Serangan ke Iran tapi Stok Rudal Menipis
Perkembangan lain datang dari Badan Energi Atom Internasional yang merilis pembaruan situasi fasilitas nuklir Iran berdasarkan analisis citra satelit terbaru.
“Berdasarkan analisis citra satelit terbaru yang tersedia, mereka melihat tidak ada kerusakan pada fasilitas yang berisi material nuklir di Iran dan oleh karena itu tidak ada risiko pelepasan radiologis saat ini," demikian keterangan dari Badan Energi Atom Internasional.
Diuraikan lebih lanjut, kerusakan hanya terlihat pada dua bangunan di dekat lokasi nuklir Isfahan, tanpa dampak tambahan di Natanz selain yang sebelumnya dilaporkan pada bagian pintu masuk, serta tidak ada dampak di lokasi nuklir lain termasuk PLTN Bushehr.