IDF mengklaim bahwa militer mereka merespons dengan mengirimkan helikopter dan pesawat tempur untuk menyerang infrastruktur Hizbullah dan lokasi peluncuran roket di Lebanon sebagai respons terhadap serangan dari milisi tersebut.
"Tentara IDF menyerang infrastruktur militer Hizbullah dengan sistem senjata 'Iron Sting' di Lebanon," bunyi pernyataan IDF.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
"Selain itu, sebuah helikopter IDF, UAV (pesawat tak berawak), dan tank menyerang sel teroris yang meluncurkan rudal anti-tank ke wilayah Biranit, dan pos peluncuran tempat rudal tersebut ditembakkan."
Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Lebanon (NNA), jumlah tembakan artileri Israel ke wilayah selatan Lebanon terus meningkat pada Kamis (23/11), mencapai tingkat tertinggi sejak 8 Oktober lalu.
NNA mencatat bahwa beberapa kota di sepanjang perbatasan Lebanon telah menjadi sasaran serangan artileri oleh Israel sejak pagi hari Kamis.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Hizbullah juga terlibat dalam melancarkan serangan terhadap Israel sejak negara tersebut berkonflik dengan milisi Hamas pada 7 Oktober lalu.
Hizbullah merupakan bagian dari Front Perlawanan, milisi Timur Tengah yang disebut disokong Iran.
Hizbullah mengakui mendukung milisi Hamas dalam melakukan infiltrasi ke wilayah Israel untuk melancarkan serangan pada 7 Oktober yang lalu.