Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari hadirin Sidang Umum PBB.
Selain menyinggung Palestina dan Israel, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia mengerahkan 20.000 anak bangsa untuk misi perdamaian dunia.
Baca Juga:
Ditlantas Polda Jambi Gencarkan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas di Empat Sekolah, Kukuhkan Paskibraka hingga Cek Kendaraan Siswa
Presiden yang mendapat giliran ketiga dalam sesi tersebut menegaskan bahwa pasukan Indonesia akan ditempatkan di berbagai titik konflik, mulai dari Gaza, Ukraina, Sudan, hingga Libya.
"Di mana pun perdamaian perlu ditegakkan, kami siap. Kami akan memikul beban itu bersama dunia," kata Prabowo.
"Kami akan terus mengabdi di tempat perdamaian membutuhkan penjaga. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan mengerahkan pasukan di lapangan," tegasnya.
Baca Juga:
Pemberantasan Korupsi Dongkrak Kepuasan Publik pada Presiden
Sidang Umum ke-80 PBB ini menjadi kesempatan keenam bagi Presiden Indonesia untuk menyampaikan pidato di forum tertinggi dunia tersebut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendapat kesempatan berbicara secara virtual pada Sidang Umum ke-75 saat pandemi Covid-19 pada 23 September 2020, lalu kembali pada edisi ke-76 tahun berikutnya.
Di Sidang Umum ke-80 ini, Prabowo mendapat giliran pidato ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.