Mereka mengenakan celana bahan, kaus biru, topeng putih dan topi baseball yang sama.
Polisi menemukan setidaknya satu granat kejut dan dokumen yang berisi "rencana operasi" di dalam truk tersebut.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
White menambahkan, polisi juga menemukan perisai dan pelindung tulang kering yang menegaskan niat kelompok tersebut.
"Mereka datang untuk membuat kerusuhan di pusat kota," katanya.
White mengatakan kelompok itu terdiri dari warga 11 negara bagian, termasuk Texas, Colorado, dan Virginia.
Baca Juga:
Soal Tawaran untuk Beli TikTok, Amazon Menolak Berkomentar
Patriot Front didirikan setelah pawai nasionalis kulit putih "Unite the Right" di Charlottesville, Virginia, pada 2017 lalu.
Organisasi hak sipil AS, Southern Poverty Law, mengatakan, kelompok itu pecahan dari organisasi ekstremis lainnya, Vanguard America. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.