Operator kereta api nasional Prancis, SNCF, langsung mengaktifkan protokol darurat untuk menjaga layanan transportasi tetap berjalan.
“Kami sepenuhnya siap untuk menghadapi peristiwa ini dan memastikan lalu lintas tetap senormal mungkin dalam kondisi ekstrem ini,” tegas Kepala Eksekutif SNCF, Jean Castex.
Baca Juga:
MK Soroti Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Harus Buktikan Komitmen Rollover
Meski protokol darurat sudah diaktifkan, kritik terhadap kesiapan infrastruktur transportasi tetap mencuat dari dalam pemerintahan.
Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot mengakui jaringan rel dan kereta api milik negara sudah berada dalam kondisi menua.
Kepada BFMTV, Tabarot mendesak adanya tambahan investasi untuk mempercepat peremajaan infrastruktur transportasi.
Baca Juga:
Trump Mulai Jengkel ke Netanyahu, Sebut Israel Bisa Gagalkan Damai AS-Iran
Menurut Tabarot, mitigasi memang telah disiapkan, tetapi gelombang panas tahun ini datang jauh lebih awal dari siklus biasanya.
Kondisi itu membuat pemerintah harus mengambil kebijakan pengetatan yang ekstrem untuk mencegah layanan publik mengalami tekanan besar.
Langkah darurat juga dianggap penting agar fasilitas kesehatan dan rumah sakit tidak lumpuh akibat lonjakan pasien yang tumbang karena kepanasan.