WahanaNews.co | Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengingatkan agar ketegangan dalam konflik Ukraina, yang menyebar dalam perang kata-kata, harus dihindari.
Ucapan Macron itu berkaca pada sikap Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang mencap Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai seorang tukang daging, yang tidak bisa terus-menerus berkuasa.
Baca Juga:
Trump Murka! Tolak Dewan Gaza, Macron Diancam Tarif 200 Persen
“Saya secara pribadi tidak akan menggunakan kata-kata seperti itu,” kata Macron, Sabtu (26/3/2022).
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi France 3, Macron mengutarakan keinginan untuk berunding dengan Presiden Putin guna membahas situasi di Ukraina dalam dua hari ke depan.
Target Prancis adalah tercapainya gencatan senjata dan Rusia menarik semua tentaranya secara diplomatik.
Baca Juga:
Presiden Prancis Macron Siap Buktikan kalau Istrinya Wanita Tulen di Pengadilan AS
“Jika kita melakukan itu (mengucap kata kasar), maka kita tidak bisa meredakan ketegangan. Apapun itu, kata-kata atau pun tindakan,” kata Macron.
Sebelumnya, Presiden Biden menyebut Putin seorang tukang daging, saat Biden mengunjungi sebuah stadion di Warsawa yang dijadikan tempat untuk menampung pengungsi dari Ukraina.
“Demi kebaikan, orang ini (Putin) tidak bisa tetap berkuasa,” kata Biden.