“Situasi langsung teratasi tanpa ada korban luka atau kebocoran bahan radioaktif,” kata juru bicara operatornya yaitu Japan Atomic Power kepada AFP.
Tentara Amerika Serikat akan mengonsumsi makanan laut lokal di Jepang sebagai dukungan terhadap pembuangan limbah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.
Baca Juga:
Gempa 6.8 M di Jepang, Ini Penjelasan BMKG Soal Dampaknya di Indonesia
PLTN ini mengalami kerusakan akibat gempa besar dan tsunami pada tahun 2011, yang menyebabkan kematian 18.000 orang dan menjadi salah satu bencana nuklir terparah dalam sejarah.
Proses pembersihan diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun, dengan bagian paling risiko adalah pengangkutan bahan bakar radioaktif dan debris dari tiga reaktor yang rusak, yang belum dimulai hingga saat ini.
Pada bulan Agustus 2023, Jepang mulai secara bertahap membuang 1,34 juta ton air limbah yang telah diolah sejak gempa tahun 2011 ke Samudera Pasifik.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
Meskipun Jepang mengklaim bahwa air tersebut tidak berbahaya dan dapat larut dalam air laut, klaim ini mendapat dukungan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan pengawas nuklir PBB.
Namun, China dan Rusia mengkritik keputusan tersebut dan melarang impor makanan laut dari Jepang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.