Pintu keluar dari kota ditutup oleh pasukan Rusia.
Penduduk laki-laki menjadi sasaran interogasi yang sangat kejam ketika Rusia berusaha mengidentifikasi personel militer atau mereka yang telah mengambil bagian dalam Operasi Anti-Teroris di Donbas.
Baca Juga:
Sepuluh Tokoh Sipil Uji KUHP Baru Lewat Laporan Dugaan Kejahatan Israel
Ada bukti beberapa kasus pemerkosaan di masa-masa awal pendudukan.
Wanita menjadi kelompok paling rentan, bahkan jika mereka hanya berjalan keluar dari tempat penampungan sementara.
Kekejaman Rusia terhadap bangsa Ukraina, tidak saja menyasar masyarakat sipil.
Baca Juga:
ICC Putuskan Rodrigo Duterte Layak Diadili atas Dugaan Kejahatan Kemanusiaan
Identitas bangsa Ukraina pun direndahkan, satu contohnya mengubah gereja Kristen Ortodoks lokal menjadi kamar kecil.
Kondisi ini semakin menyedihkan karena musim dingin ada di depan mata, sehingga Ukraina perlu segera memulihkan infrastruktur dan komunikasi.
Jika ini gagal dilakukan, orang-orang akan mati kedinginan di musim dingin ini. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.