WahanaNews.co | Sedikitnya sembilan orang dinyatakan tewas dalam serangan terbaru Rusia di Ukraina. Tak tanggung-tanggung, Rusia menggunakan senjata ampuh dalam serangan ini, termasuk rudal hipersonik Kinzhal yang langka.
Tak banyak yang tahu bahwa sejak bulan-bulan pertama konflik, Rusia telah meluncurkan rudal hipersonik Kinzhal yang mampu menghindari pertahanan udara.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Serangkaian serangan terbaru ini adalah yang terberat yang melanda Ukraina dalam beberapa minggu.
Serangan itu memutus aliran listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhia - yang terbesar di Eropa - meskipun kemudian dipulihkan.
"Senjata udara, laut, dan darat presisi tinggi, jarak jauh, termasuk sistem rudal hipersonik Kinzhal, menyerang elemen kunci infrastruktur militer Ukraina," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Jumat (3/10), dikutip BBC, Jumat (10/32023).
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Itulah serangan sehari terbesar Rusia di Ukraina sejak akhir Januari.
Militer Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 34 rudal jelajah buatan Iran dan empat drone Shahed.
Tetapi juga dilaporkan tidak memiliki kemampuan untuk mencegat enam rudal balistik Kinzhal dan menghancurkan senjata yang lebih tua seperti rudal anti-kapal Kh-22 dan rudal anti-pesawat S-300.