Kyiv sebenarnya telah lebih dulu mengusulkan gencatan senjata mulai 6 Mei. Namun, usulan itu diabaikan Moskow.
Dalam pidato malamnya, Zelensky menegaskan Ukraina akan membalas setiap serangan Rusia secara setimpal. "Hari ini, hampir sepanjang hari, hampir setiap jam, kami menerima laporan serangan dari berbagai wilayah," ujar Zelensky.
Baca Juga:
Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri Hindari Ditangkap Ukraina
Di lapangan, pertempuran tetap berlangsung sengit meski Rusia mengumumkan jeda perang sementara. Pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Rusia pada Rabu, termasuk dua korban di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Sumy, Ukraina utara.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 53 drone Ukraina dalam semalam. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding beberapa hari sebelumnya ketika serangan drone Ukraina menghantam wilayah Rusia jauh dari garis depan.
Pada Selasa, serangan drone Ukraina bahkan dilaporkan menewaskan dua orang di kota Cheboksary, wilayah Volga, ratusan kilometer dari perbatasan Ukraina.
Baca Juga:
Di Iming-Iming Uang, Negara Ini Usir Halus Pengungsi Ukraina
Rangkaian serangan itu memicu ketegangan tinggi di Rusia menjelang parade militer 9 Mei. Moskow bahkan disebut akan mengurangi penampilan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam parade untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
Selain itu, pemerintah Rusia mulai melakukan pemadaman internet berkala di sejumlah wilayah Moskow hingga Sabtu demi mengantisipasi ancaman serangan drone.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.