Premadasa mengatakan dia siap untuk mengambil bagian dalam pemerintahan sementara semua partai.
Premadasa menggambarkan situasi saat ini di Sri Lanka sebagai "kebingungan, ketidakpastian dan anarki total", dengan mengatakan bahwa itu membutuhkan "konsensus, konsultasi, kompromi, dan kebersamaan".
Baca Juga:
Presiden Jokowi dan Presiden Wickremesinghe Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Sri Lanka
Premadasa telah mengakui bahwa tidak akan ada perbaikan cepat. Dia mengatakan, untuk mengembalikan ekonomi ke level tahun 2019 akan memakan waktu sekitar empat hingga lima tahun.
Dia menambahkan bahwa pihaknya memiliki rencana ekonomi untuk mengatasi krisis.
"Kami tidak akan menipu rakyat. Kami akan jujur dan menyampaikan rencana untuk menyingkirkan penyakit ekonomi Sri Lanka," kata Premadasa. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.