Dalam pertemuan itu, Vucic menekankan bahwa Serbia akan terus melestarikan persahabatan tradisional serta kemitraan dengan Rusia dan China.
Pertemuan tersebut juga membahas perkembangan lebih lanjut hubungan Serbia-Rusia.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Termasuk di bidang energi, dengan harapan pembicaraan mengenai jumlah, harga, dan kondisi pasokan gas lainnya akan segera dimulai.
Serbia menerima ancaman bom palsu dari Ukraina setiap hari.
Namun ancaman itu tak menghentikan layanan penerbangan Serbia dengan Rusia.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
"Adapun mereka ingin kami memutuskan hubungan dengan Rusia dengan cara apa pun, untuk membatalkan penerbangan. Apakah Anda pikir kami membuat penerbangan ini untuk keuntungan? Tidak ada,” kata Presiden Vucic, dilansir TASS, Senin (18/4/2022).
Sebelumnya, karyawan dan pengunjung kantor Beograd Air Serbia dievakuasi karena ancaman bom.
Selain itu Bandara Internasional Beograd juga dievakuasi karena ancaman bom.