Lakon-lakon dalam wayang kulit seperti Mahabarata dan Ramayana sendiri merupakan kisah yang berakar dari peradaban Hindu India dan kemudian diadaptasi serta dipadukan dengan budaya lokal di Nusantara.
Sejumlah netizen Indonesia juga menyampaikan kritik dengan nada halus agar tidak menimbulkan kesalahpahaman soal asal-usul wayang kulit.
Baca Juga:
PLN Kalbar Dorong Produktivitas Pegawai Melalui Program Wellness Fit For Future
"Perdana Menteri, Anda harus tahu bahwa saya adalah penggemar berat Anda. Saya mengagumi pemikiran Anda, kebijakan Anda, dan setiap kebijakan yang Anda ambil untuk Singapura. Sebagai penggemar Anda, saya ingin Anda tahu dan mungkin sedikit saran agar terhindar dari kemungkinan kesalahpahaman," demikian komentar salah satu netizen RI.
"Mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk mengubah nama dari 'Pusat Warisan Melayu' menjadi 'Pusat Warisan Nusantara', sehingga Anda dapat menyimpan Wayang kami dengan aman di sana. Dan tidak akan ada lagi protes dari kami. Terima kasih."
Perdebatan tersebut memicu diskusi luas di media sosial mengenai sejarah, warisan budaya, serta pengaruh lintas kawasan di Asia Tenggara.
Baca Juga:
Lewat Ride to Net Zero Emission, PLN Jawa Timur Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.