Dana miliaran dolar Amerika milik Bank Sentral Afghanistan yang disimpan di luar negeri juga dibekukan.
Komunitas internasional telah memperingatkan bahwa Taliban mungkin membatasi pendidikan untuk perempuan, dan sekolah-sekolah untuk perempuan di kebanyakan wilayah Afghanistan masih ditutup meskipun sekolah untuk laki-laki telah dibuka kembali.
Baca Juga:
Tujuh Bayi di Gaza Meninggal Kedinginan, UNICEF Serukan Aksi Cepat
Seorang pejabat Taliban menuturkan kepada Reuters, pekan ini, bahwa akan ada 'kabar baik' soal pendidikan perempuan di Afghanistan.
Disebutkan juga bahwa pemerintahan Taliban tengah bekerja sama dengan UNICEF dan sejumlah organisasi internasional lainnya dalam isu ini.
"Kami tengah bekerja terutama dengan UNICEF dan sejumlah organisasi internasional lainnya ... untuk menghasilkan solusi yang baik ... kami menggelar pertemuan setiap hari," ucap Direktur Program dan Bantuan Eksternal pada Kementerian Pendidikan Afghanistan, Waheedullah Hashimi.
Baca Juga:
Unicef: Universitas Nani Bili Nusantara Sorong Banyak Mengalami Kemajuan
"Kami memiliki masalah yang secara ekonomi kami tidak baik ... itulah mengapa kami meminta komunitas internasional, organisasi internasional, khususnya mereka yang memiliki dana untuk situasi darurat, untuk membantu kami terkait hal ini," imbuhnya. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.