Di Iran, Djalali dituduh memberikan informasi kepada Israel untuk membantu membunuh beberapa ilmuwan nuklir senior.
Istrinya membantah tuduhan itu. Mahkamah Agung Iran menguatkan hukuman mati dan Djalali melakukan mogok makan sebagai protes atas "pengakuan paksa" -nya.
Baca Juga:
Soal Penembakan Drone Liar di Gedung Utama, Ini Penjelasan Lengkap Kejagung
Pengawal Revolusi elit Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar atas tuduhan spionase.
Aktivis HAM menuduh Iran menggunakan mereka sebagai alat tawar-menawar. Iran, yang tidak mengakui kewarganegaraan ganda, membantah mengambil tahanan untuk mendapatkan pengaruh diplomatik. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.