WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sirene peringatan tiba-tiba meraung keras di pangkalan udara Incirlik, Turkiye, pada dini hari dan membuat warga Kota Adana terbangun dengan rasa cemas setelah obyek bercahaya melintas cepat di langit malam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 03.25 waktu setempat ketika sistem peringatan di pangkalan udara Incirlik yang menjadi fasilitas militer NATO berbunyi selama kurang lebih lima menit.
Baca Juga:
Çelebi Aviation Resmi Operasi di Kualanamu, Sumut Disiapkan Jadi Pusat Logistik Baru
Menurut laporan kantor berita negara Anadolu, bunyi sirene itu terdengar jelas hingga wilayah permukiman di Kota Adana yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pangkalan udara tersebut.
Situs berita bisnis Ekonomim melaporkan bahwa pangkalan militer itu sempat mengeluarkan peringatan merah setelah sistem pertahanan mendeteksi ancaman di wilayah udara sekitar.
Sejumlah warga Adana terbangun oleh suara sirene yang mendadak tersebut dan sebagian di antaranya kemudian merekam langit malam menggunakan telepon genggam.
Baca Juga:
Media Asing Terkejut: Indonesia Jadi ‘Pembeli Besar-besaran’ Jet Tempur Dunia
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan obyek bergerak sangat cepat dengan cahaya seperti api saat melintas di atmosfer sebelum menghilang.
Pada waktu yang hampir bersamaan, suara sirene kendaraan polisi dan ambulans juga terdengar di sejumlah ruas jalan di kota tersebut.
Kondisi itu dilaporkan oleh kantor berita AFP yang menyebutkan aktivitas darurat sempat terjadi di sejumlah titik di Adana setelah sirene pangkalan udara berbunyi.
Platform berita pertahanan SavunmaSanayiST memperkirakan obyek yang terlihat di langit tersebut kemungkinan merupakan pecahan dari rudal balistik ketiga atau bagian dari rudal pencegat yang memasuki atmosfer.
Analisis awal menyebutkan obyek tersebut terbakar akibat gesekan saat memasuki lapisan atmosfer sebelum akhirnya jatuh ke daratan.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai sumber obyek tersebut maupun pihak yang diduga meluncurkan serangan.
Insiden ini terjadi hanya empat hari setelah sistem pertahanan udara NATO menembak jatuh rudal balistik yang melintasi wilayah udara Turkiye.
Rudal tersebut sebelumnya dilaporkan diluncurkan dari Iran sehingga menjadi insiden kedua yang terjadi dalam rentang waktu lima hari.
NATO pada Senin (9/3/2026) juga telah mengonfirmasi bahwa mereka kembali mencegat rudal balistik kedua yang diluncurkan dari wilayah Iran.
Peristiwa tersebut membuat Pemerintah Turkiye melalui Ankara mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar tidak mengambil langkah yang dapat memicu provokasi lebih lanjut.
Tak lama setelah pengumuman itu, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan menutup konsulatnya di Adana.
Pemerintah AS juga mendesak seluruh warga negaranya yang berada di wilayah tenggara Turkiye agar segera meninggalkan kawasan tersebut demi alasan keamanan.
Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan untuk menanggapi tudingan tersebut.
Dalam percakapan itu, Iran membantah bahwa rudal yang dicegat NATO di wilayah udara Turkiye berasal dari negaranya.
Pangkalan udara Incirlik sendiri merupakan salah satu fasilitas militer NATO paling penting di kawasan tersebut yang telah digunakan oleh pasukan Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Selain personel militer Amerika Serikat, pangkalan tersebut juga menjadi lokasi penempatan pasukan dari beberapa negara sekutu seperti Spanyol dan Polandia.
Militer Amerika Serikat juga memiliki fasilitas penting lain di Turkiye yakni pangkalan Kurecik yang berada di Provinsi Malatya di wilayah tengah negara tersebut.
Pangkalan Kurecik dilengkapi sistem radar peringatan dini yang oleh NATO disebut sebagai elemen penting dalam sistem perisai pertahanan rudal aliansi.
Radar tersebut memiliki kemampuan mendeteksi peluncuran rudal jarak jauh, termasuk yang berasal dari wilayah Iran.
Pemerintah Turkiye sebelumnya menegaskan bahwa data radar dari fasilitas tersebut tidak pernah digunakan untuk membantu Israel.
Meski demikian, keberadaan sistem radar tersebut tetap memicu kekhawatiran di Teheran.
Pada Selasa (10/3/2026), Pemerintah Turkiye menyatakan bahwa sistem pertahanan rudal Patriot mulai dikerahkan di wilayah Malatya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya NATO memperkuat pertahanan udara dan sistem pertahanan rudal di kawasan tersebut.
Sebelumnya NATO juga telah menembak jatuh rudal pertama pada 4 Maret 2026 setelah sistem pertahanan mendeteksi peluncuran dan menentukan lintasan ancaman tersebut.
Aliansi militer itu menyebut pencegatan berhasil dilakukan dalam waktu kurang dari sepuluh menit sejak peluncuran terdeteksi.
Sehari setelah insiden tersebut, NATO mengumumkan peningkatan postur pertahanan rudal balistik di seluruh wilayah aliansi meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Keberadaan pangkalan Incirlik dan Kurecik sendiri menjadi isu yang sangat sensitif dalam politik keamanan Turkiye.
Polisi bahkan sempat menangkap tiga jurnalis dengan tuduhan melanggar keamanan nasional setelah mereka merekam aktivitas di dekat pangkalan Incirlik.
Penangkapan itu terjadi hanya beberapa jam setelah perang Iran mulai meletus pada 28 Februari 2026.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]