Belakangan, para pejabat
mengindikasikan bahwa sirene berbunyi setelah pesawat penumpang Turkish
Airlines tujuan Teheran dari Istanbul mengubah jalur ke Baku, Azerbaijan, karena cuaca buruk.
Wakil Gubernur Teheran, Hamid Goodarzi, yang bertanggung jawab atas urusan keamanan,
mengatakan kepada media lokal bahwa sirene berbunyi karena kesalahan teknis.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Dia menepis segala ancaman terhadap
keselamatan publik.
Para pengguna media sosial mem-posting rekaman sirene serangan udara
saat meraung-raung pada Jumat malam itu.
Salah satunya menyebutkan bahwa
raungan sirene terdengar antara 5 hingga 10 menit.
Baca Juga:
Kontroversi Trump: Iran Disebut Habis Tenaga tapi Masih Dipersilakan ke Piala Dunia
Insiden hari Jumat itu bukanlah pertama kalinya desas-desus menyebar online tentang Israel menguji jet-jet tempur F-35 mereka terhadap
pertahanan udara Iran, di mana sebuah surat kabar Kuwait mengklaim dua tahun
lalu bahwa jet tempur siluman generasi kelima itu telah melintasi Suriah ke
Irak dan ke Iran, tempat mereka melakukan pengintaian di Bandar Abbas, Isfahan,
dan Shiraz.
Media Iran menolak klaim tersebut,
dengan menunjukkan bahwa analisis dasar dari karakteristik jangkauan F-35
(1.700 km hingga 2.200 km) akan membuat Israel tidak mungkin terbang jauh-jauh
dari Israel ke Iran dan kembali dalam mode siluman tanpa mengisi bahan bakar.
Sekadar diketahui, ketika dalam proses
pengisian bahan bakar, pesawat canggih seperti itu tidak dapat menyembunyikan
posisi mereka.