WahanaNews.co | Sirene pertanda serangan udara terdengar
meraung-raung di Teheran, Iran, pada Jumat (29/1/2021) malam waktu setempat, membuat takut penduduk dan mendorong munculnya sejumlah teori
tentang pemicu insiden tersebut.
Salah satu teori yang menyebar secara online adalah karena jet-jet tempur
siluman F-35 Israel mendekat.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Sirene seperti itu terakhir kali
diaktifkan adalah selama Perang Iran-Irak, di mana pasukan Irak menembakkan
banyak rudal --beberapa di antaranya dipersenjatai
dengan amunisi kimia-- ke kota-kota di Iran.
Hampir bersamaan dengan aktifnya
sirene serangan udara di Teheran, pesawat komersial Turki batal mendarat di
bandara Ibu Kota Iran tersebut dan mengalihkan pendaratannya ke Baku,
Azerbaijan.
Media Iran, Tasnim, yang mengutip seorang pejabat terkait, menyatakan, aktivasi sistem sirene serangan udara darurat Teheran tidak ada
hubungannya dengan dugaan ancaman udara yang berasal dari Israel atau jet
tempur F-35.
Baca Juga:
Kontroversi Trump: Iran Disebut Habis Tenaga tapi Masih Dipersilakan ke Piala Dunia
"Insiden (Jumat malam) itu tidak ada hubungannya dengan ancaman udara yang akan mengaktifkan
sistem pertahanan udara negara," kata pejabat tersebut pada Sabtu pekan
lalu, yang dilansir Sputniknews,
Minggu (31/1/2021) malam.
Menurut laporan Tasnim, spekulasi merajalela di media sosial di Iran setelah sirene
terdengar di Teheran barat, dengan beberapa orang berspekulasi bahwa sirene
mungkin dipicu oleh F-35 Israel yang beroperasi di wilayah udara Iran.
Rumor tersebut diperkuat oleh Radio Farda cabang Iran dari layanan
siaran Radio Free Europe/Radio Liberty
yang didanai pemerintah Amerika Serikat (AS).
Belakangan, para pejabat
mengindikasikan bahwa sirene berbunyi setelah pesawat penumpang Turkish
Airlines tujuan Teheran dari Istanbul mengubah jalur ke Baku, Azerbaijan, karena cuaca buruk.
Wakil Gubernur Teheran, Hamid Goodarzi, yang bertanggung jawab atas urusan keamanan,
mengatakan kepada media lokal bahwa sirene berbunyi karena kesalahan teknis.
Dia menepis segala ancaman terhadap
keselamatan publik.
Para pengguna media sosial mem-posting rekaman sirene serangan udara
saat meraung-raung pada Jumat malam itu.
Salah satunya menyebutkan bahwa
raungan sirene terdengar antara 5 hingga 10 menit.
Insiden hari Jumat itu bukanlah pertama kalinya desas-desus menyebar online tentang Israel menguji jet-jet tempur F-35 mereka terhadap
pertahanan udara Iran, di mana sebuah surat kabar Kuwait mengklaim dua tahun
lalu bahwa jet tempur siluman generasi kelima itu telah melintasi Suriah ke
Irak dan ke Iran, tempat mereka melakukan pengintaian di Bandar Abbas, Isfahan,
dan Shiraz.
Media Iran menolak klaim tersebut,
dengan menunjukkan bahwa analisis dasar dari karakteristik jangkauan F-35
(1.700 km hingga 2.200 km) akan membuat Israel tidak mungkin terbang jauh-jauh
dari Israel ke Iran dan kembali dalam mode siluman tanpa mengisi bahan bakar.
Sekadar diketahui, ketika dalam proses
pengisian bahan bakar, pesawat canggih seperti itu tidak dapat menyembunyikan
posisi mereka.
Teheran juga mengatakan bahwa mereka
memiliki kemampuan radar strategis dan seluler canggih yang diperlukan untuk
mendeteksi pesawat musuh, termasuk yang memiliki kemampuan siluman.
Pada Juni 2019, sistem rudal jarak
menengah buatan Iran, Khordad3, menembak
jatuh drone pengintai Amerika Serikat, Global Hawk, senilai USD 220 juta
dari langit di atas Selat Hormuz.
Raungan sirene pada Jumat malam
terdengar di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan itu, di mana AS
menerbangkan pembom strategis B-52 di Timur Tengah hanya beberapa hari setelah
Joe Biden dilantik sebagai Presiden menggantikan Donald Trump. [qnt]