Ketika ditanya mengenai langkah Israel terhadap Iran, hasil survei menunjukkan pandangan yang terpecah. Sebanyak 39% responden menyatakan Israel sebaiknya melanjutkan serangan, sementara 41% memilih untuk menghormati gencatan senjata. Sisanya, 19 persen, mengaku tidak yakin.
Survei ini dilakukan oleh peneliti dari Agam Labs di Hebrew University, dengan melibatkan 1.312 responden di Israel pada 9-10 April. Tingkat margin of error survei ini berada di angka 3,2 persen.
Baca Juga:
39 Kendaraan Lapis Baja Dikirim, Prancis Perkuat Lebanon di Tengah Konflik
Di tengah belum jelasnya masa depan gencatan senjata dengan Iran, Israel tampak bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Para pejabat Israel disebut telah menyimpulkan bahwa musuh-musuh mereka, baik di Iran, Lebanon, Gaza, maupun wilayah lainnya, tidak dapat dilenyapkan sepenuhnya.
Persepsi publik terhadap keberhasilan militer Israel di Iran kini menjadi faktor krusial dalam dinamika politik domestik. Hal ini terutama berdampak pada posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang akan menghadapi pemilu paling lambat Oktober mendatang.
Menurut hasil survei yang sama, tingkat dukungan terhadap Netanyahu mengalami penurunan sejak dimulainya perang dengan Iran. Saat ini, hanya 34% warga Israel yang memilihnya sebagai perdana menteri, turun dari 40% pada awal perang.
Baca Juga:
Gak Peduli Gencatan Senjata, Israel Akan Terus Gempur Hizbullah Tanpa Henti
Temuan ini mencerminkan tekanan politik yang makin besar bagi Netanyahu, di tengah situasi keamanan yang belum stabil dan opini publik yang terus berkembang.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.