Hal senada juga diungkapkan pengamat hubungan internasional dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Waffaa Kharisma. Waffaa menilai pertemuan Rabuka dan Benny ini pada dasarnya 'menampar' RI untuk membangun hubungan baik dengan negara-negara Pasifik.
"Bagi saya, ini mengingatkan bahwa Indonesia punya kepentingan untuk membangun hubungan dengan negara negara Pasifik, karena kita sadar juga bahwa ada memang perasaan solidaritas internasional dari negara negara Pasifik," kata Waffaa.
Baca Juga:
Iran Eksekusi Mati 6 Terpidana Teroris Usai Serangan di Khuzestan
Waffaa pun menekankan Indonesia ke depan harus terus gigih membangun hubungan guna memuluskan diplomasi dengan negara ras Melanesia.
"Indonesia perlu terus gigih membangun hubungan dengan negara negara Pasifik seperti Fiji, menambah pertukaran interaksi diplomatik dan kemasyarakatan, dan tambah komunikasi," ucapnya.
Rabuka dan Benny bertemu di sela pertemuan para pemimpin negara Pasifik di Kota Nadi, Fiji, pekan lalu.
Baca Juga:
Dari Pertahanan hingga Pendidikan, Indonesia dan Fiji Sepakati Langkah Konkret Perkuat Kemitraan
Melansir CNN Indonesia, pertemuan itu diumbar dalam akun Twitter sang PM. Pemimpin yang baru terpilih pada Desember lalu itu menyatakan dukungannya terhadap kelompok Benny dan keanggotaan Papua dalam blok negara-negara Pasifik.
RI pun berang dengan pertemuan serta dukungan tersebut. Kemlu melayangkan protes lewat nota diplomatik yang dikirimkan pada 23 Februari lalu, seperti dilaporkan Benar News.
Protes ini dilayangkan lantaran sebelum ini, pemerintahan Fiji tak pernah menyatakan dukungan kepada kelompok yang mendesak merdeka dari Indonesia itu.